26 June 2020

3 Jenis Madu Pahit di Indonesia Yang Harus Anda Ketahui

Banyak yang bertanya kepada saya mengenai madu pahit apalagi yang berwarna hitam, saya juga heran kok madu pahit sekarang lebih populer ya? 

Dan katanya khasiatnya lebih bagus dari yang lain, jadi Saya iyakan aja dari pada berdebat yang tidak-tidak.

Tetapi pas ada yang bilang madu pahit Ready stok sepanjang tahun dan berton-ton panennya hingga dapat di jual di supermarket tanpa melalui proses formulasi dan olahan, kepala saya jadi pusing di buatnya.

Alasan pahitnya karena dari "Nektar Bunga Mahoni".

Aneh ya?, pohon mahoni itu tergolong tanaman keras dan tanaman hias, dan dia termasuk tumbuhan menyerap polusi di sekitarnya makanya tumbuhan ini ada di jalan raya di kota-kota besar.

Sesuai dengan morfologinya, bunga Mahoni termasuk bunga yang mekarnya jarang-jarang, ada pun 1 pohon kadang tumbuh bunga dan kadang tidak, dan intensitas bunganya 5% saja setiap pohonya dan memiliki masa gugur selama 7-10 hari saja.

Tapi aneh loh, Madunya bisa berlimpah, dan selalu ready stok terus?

Yah, tapi saya tidak mau menuduh yang tidak-tidak, saya hanya membuka halaman ilmiahnya saja.  

Berselang beberapa lama saya meneliti ternyata saya baru mengetahui bahwa Madu Pahit di pasaran itu ternyata ada 3 jenis loh:

  1. Madu pahit ARTIFICIAL Yaitu madu pahit terbentuk dari esent sintetis ( sirup pahit ) , biasanya madunya rasa pahitnya seperti obat dan tidak ada polenya (serbuk bunganya) dia bersih dan mengkilap biasanya di jual murah di pasar dan supermarket.
  2. Madu pahit FORMULASI Yaitu madu pahit yang di formulasikan (bahasa halusnya) atau diolah (bahasa kasarnya) dg bahan-bahan herbal dan rasanya pahit, biasanya di campur sambiloto dan brotowali yang menjadikan madu ini pahit. Namun madu ini di jual murah atau tidaknya tergantung kombinasi formulasinya jika persentase madunya lebih sedikit misalnya 30% saja madunya maka harganya bisa lebih murah.
  3. Madu Pahit ORGANIK  Yaitu madu pahit asli terbentuk dari alam namun pahitnya tidak begitu pahit dan ada rasa manisnya. Tapi warnanya bukan hitam dan tidak ada madu hutan berwarna hitam yang ada madu berwarna merah kusam karena madu itu kental maka terlihat lebih gelap dan seperti berwarna hitam. Hal itu di sebapkan karena madu hutan pahit bersifat multiflora, jadi walaupun dia dominan pahit dia tidak bisa melepas rasa manis pada madunya, dan madu ini harganya mahal di pasaran, selain untuk campuran jamu dan obat, madu ini sangat bagus untuk pernderita diabetes tipe dua. 


Nah dari sini kita berkesimpulan bahwa : 
  • Tidak ada madu hitam, yang ada warna merah gelap (dark amber), karena adanya kekentalan, madu menjadi seperti berwarna hitam.
  • Tidak ada madu hutan dari bunga Mahoni, kalaupun ada tapi bukan dengan sekala besar, apalagi mengatas namakan madu hitam pahit dari bunga Mahoni, karena alasanya sesuai dengan penjelasan di atas.
  • Madu Hutan Pahit itu lebih mahal, karena dapatnya jarang-jarang (kalo yang asli) dan tidak mungkin dapatnya sepanjang musim.


Nah selama ini madu Pahit dari bunga Mahoni itu dari kategori madu seperti apa ?

Sesuai apa yang sudah saya sampaikan di atas. Itu argumen anda sendiri, saya cukup menjelaskan ilmiahnya saja.

Semoga ini bisa merubah fikiran dan kekhawatiran anda selama ini, yang khawatir madu mahoni itu asli atau tidak.

Cukup sekian dari saya, Salam sehat selalu untuk anda.

Penulis : Sy.M.Syaifudin,SE,MM (Syaiful)

19 June 2020

Madu Lebah Linot/Kelulut/Trigona Obat Terbaik Untuk Batuk Anak-anak


MADU untuk anak-anak.
Sayang sekiranya madu tidak diperkenalkan atau dikonsumsi pada usia dini karena madu sangat bagus untuk mengatasi masalah batuk dan selesema pada anak kecil dan balita. Selain karena madu tersebut 100% asli dan murni yang bebas bahan kimia sintetik seperti obat-obatan generik.
Madu terutama madu kelulut (linöt) mempunyai pH di antara 2-3. Yaitu suatu environment atau keadaan yang tidak sesuai untuk kuman berbahaya dapat hidup dan berkembang. Selain daripada itu, madu mempunyai nilai antioksidan (DPPH) yang tinggi yaitu 60-70% (madu Tualang/apis) dan >85% (madu Kelulut/linöt/klanceng) yang memberikan madu memiliki sifat antibakteria (membunuh kuman perusak dan berbahaya). Di dalam analisis aktivitas antioksidan (FRAP) yang saya dan pakar-pakar peneliti lain lakukan juga menemukan perbandingan khasiat madu kelulut/linöt dengan tualang/apis adalah 8 kali lebih tinggi khasiat madu kelulut/linöt berbanding madu tualang/apis. Masing-masing dengan kelebihan tersendiri.
Kajian yang dilakukan oleh rekan saintis saya juga mendapati Madu mengandung Lactoacid bacteria (LAB-non pathogenic bacteria) yakni bakteria baik yang menjaga usus kita dari bakteria jahat yang menyebabkan gangguan pada sistem pencernaan kita. LAB bertindak menyediakan keadaan asam di dalam madu menyebabkan kuman yang membahayakan kesehatan tidak dapat hidup. Menjadikan madu suatu bahan probiotik yang bagus untuk sistem pencernaan termasuk usus besar apabila dikonsumsi dan berupaya menghindari terjadinya peradangan usus.
Pasangan muda zaman sekarang takut jika memberikan madu pada anak-anak mereka. Katanya berbahaya. 
Namun saya hanya hendak mengingatkan saja. Mungkin nanti terlupa. 
Memberikan anak obat batuk, selesema dan antibiotik apakah tidak takut?
Bagaimana dengan Obat demam?
Bagaimana dengan Vaksin BCG yang mengandung virus hidup dan vaksin Hepatitis B yang mengandung logam berat merkuri & logam aluminium yang disuntik masuk dalam badan selepas lahir? 
Pernahkah membaca tentang efek samping obat dan vaksin (ADR & AEFI)? Perbanyak lagi membaca ya sebab sifat manusia ini memang takut pada perkara yang mereka tidak tahu.
Rugi sekiranya khasiat yang terkandung di dalam madu tidak diberikankan sejak usia dini karena madu mampu meningkatkan sistem imuniti serta membantu perkembangan sistem pencernaan anak-anak. Tetapi pastikan madu yang keluarga anda konsumsi merupakan madu yang 100% TULEN asli dan kemurniannya. Karena tidak dinafikan terdapatnya banyak madu tiruan di pasaran.
Untuk anak-anak dibawah 1 tahun. Saya sarankan 1 tetes madu sehari di bawah lidah sudah mencukupi untuk boost sistem imun dan pencernaan anak-anak. Jika anak-anak selesema atau batuk juga boleh diberikan setetes sehari. In sha Allah setetes tidak memudaratkan. Cukup untuk memberi rangsangan pada kesehatan.
Dato'DrAzlan
Saintis

Sedikit sadur bahasa by Linöt Honey

09 April 2020

Kenapa Madu Trigona Bisa Mengkristal (Granulated Honey)?



Membahas tentang madu memang tiada habisnya. Ditengah banyaknya beredar madu-madu oplosan, mengakibatkan madu murni juga ikut terkena imbasnya.

Ditambah banyak para seller madu di pasar-pasar atau bahkan di media online seperti Youtube dan Sosmed memberikan informasi yang tidak tepat kepada pemirsanya sehingga langsung mengklaim madu ini itu PALSU tanpa memberikan bukti secara otentik seperti hasil uji lab, atau melihat langsung proses panen juga lokasi peternakannya.

Apa yang akan anda katakan jika menemukan madu seperti gambar berikut ini??

Granulated Honey
Tentu saja, bagi anda yang awam akan langsung mengatakan kalau madu tersebut PALSU, madu pakai gula, madu tidak akan menggumpal dalam kulkas, dsb.

Tetapi bagi peternak madu, ini adalah hal yang lumrah bagi sumber nektar tertentu. Kebanyakan nektar extrafloral dari tanaman karet (Hevea Brasiliensis) akan terjadi seperti ini.

Seperti yang dijelaskan pada halaman Facebook HoneygoldLab - Stingless Bee Laboratory Malaysia, bahwa perlu dipahami bahan dasar yang ada di dalam madu adalah "Cairan Gula/Manisan" yang dikumpulkan oleh lebah dari nektar yang terdapat pada bunga-bungaan. Dan manisan ini terdiri dari gula komplek seperti sukrosa yang kemudian disaring oleh lebah dan diproses menjadi gula ringkas seperti fruktosa dan glukosa.

Berdasarkan Kajian Azeredo et al tahun 2003, adanya kandungan sukrosa yang tinggi menunjukkan kemungkinan MADU YANG DIPANEN BELUM MATANG dimana sukrosa belum siap dipecahkan sepenuhnya kepada fruktosa dan glukosa oleh enzim invertase. Kajian-kajian lain pula menunjukkan pengkristalan ini berkaitan dengan banyaknya kandungan fruktosa dan glukosa dalam madu. Biasanya, jika kandungan glukasa madu lebih tinggi maka madu akan lebih cepat mengkristal pada suhu dibawah 15 derajat seperti di dalam kulkas.

Diawal pertumbuhan industri lebah kelulut (trigona/linot) di Malaysia sekitar tahun 2010-2014, jarang terjadi madu kelulut mengkristal karena madu yang dipanen benar-benar matang dan analisa di USM menunjukkan kandungan sucrose yang jauh lebih rendah dibandingkan fruktosa dan glukosa. Madu ini sangat baik untuk pengidap diabetes.

Namun, saat peningkatan permintaan dan pertumbuhan penternak baru sekitar 2015 hingga sekarang, adanya madu kelulut yang berkristal mulai terjadi peningkatan disebabkan jeda antara masa panen yang kurang dari 6 minggu. Kajian USM dan Honeygoldlab ketika ini menunjukkan madu ini masih mempunyai kandungan sukros yang tinggi. DAN MADU INI ADALAH MADU ASLI.


Bagaimana Mengatasinya?

Jika anda menemukan madu trigona/linot yang mengkristal setelah beberapa hari anda simpan di dalam kulkas, cukup dengan mengeluarkan botol madu ke suhu ruangan atau ditempatkan kedalam mangkuk berisi air hangat, nantinya secara perlahan madu akan kembali seperti semula. Simpan madu di suhu ruangan dengan tutup botol agak dilonggarkan supaya gas pada madu bisa keluar sehingga mencegah madu meluap saat dibuka.

Demikian semoga bermanfaat. Silahkan tinggalkan komentar anda, like dan share jika tulisan ini bermanfaat.




12 July 2019

Ini Dia Khasiat Madu Lebah Linot (Trigona/Klanceng/Kelulut) Yang Perlu Anda Ketahui



Pada tulisan ini akan saya informasikan apa saja khasiat dari madu lebah linot ini dari berbagai sumber yang saya kumpulkan. Untuk melihat rujukan jurnal dan artikel silahkan klik tulisan "Link" pada setiap nomor.

Khasiat Madu Murni Lebah Linot (Trigona/Klanceng/Kelulut):

1. Meringankan Batuk Pada Anak (sumber: Ian Paul M.D., M. Sc. 2007. Effect of honey, dextromethorphan, and no treatment on nocturnal cough and sleep quality for coughing children and their parents. Journal of Archives of Pediatrics and Adolescent Medicine, 161, 1140-1146, link)

2. Dimanfaatkan untuk pengobatan penyakit oleh Suku Maya Kuno (sumber: Genoveva R. Ocampo Rosales. 2013. Medicinal Uses of Melipona beecheii Honey, by the Ancient Maya. book Pot-Honey: A Legacy of Stingless Bees. (pp.229-240), link)

3. Bersifat Antibakterial (sumber: Mohd. Izwan Zainol dan rekan. 2013. Antibacterial activity of selected Malaysian honey. The official journal of the International Society for Complementary Medicine Research (ISCMR) 2013, 13:129, link)

4. Tinggi Antioksidan (sumber: Victor M. Moo-Huchin. 2016. Antioxidant Activity of Stingless Bee Honey. Journal of Insect And Other Terrestrial Arthropods: Biology, Chemistry And Behavior, 77-90. Link)

5. Bersifat Antimikroba (sumber: Hiromi Kimoto-Nira. 2008. Antimicrobial activity of honey produced by stingless honey bees. Journal of Apicultural Research and Bee World 47(4):325-327, link)

6. Sebagai Terapi Pengobat Luka Alami (sumber: Abd Jalil M.A. 2017. Stingless Bee Honey, the Natural Wound Healer: A Review. Journal of Skin Pharmacol Physiol 2017, 30:66-75. Link)

7. Mengatasi Obesitas (sumber: Ahmad Zulkifli Mohd Rafie. 2018. Supplementation of Stingless Bee Honey from Heterotrigona itama Improves Antiobesity Parameters in High-Fat Diet Induced Obese Rat Model. Journal of Evidence-Based Complementary and Alternative Medicine Volume 2018, Article ID 6371582, 10 pages, Link)

8. Membuat Kulit Awet Muda (sumber: Link)

9. Mencegah Penyakit Kanker (sumber: Link)

10. Meningkatkan Daya Ingatan (sumber: Link)

11. Meningkatkan Kesehatan Jantung / kardiovaskular (sumber: Link)

12. Mengatasi Radikal Bebas (sumber: Link)

13. Mengobati Maag Akut dan Asma (sumber: Link)

14. Mengobati Sariawan dan Radang Tenggorokan (sumber 1: Link; sumber 2: Link; sumber 3: Link)

15. Sangat Baik untuk Ibu Hamil (sumber: Link)

Demikianlah beberapa khasiat madu lebah linot (trigona/klanceng/kelulut) yang kami rangkum berdasarkan hasil penelitian ilmiah dan pengujian terhadap madu, insyaAllah artikel ini akan terus kami update secara berkala, semoga bermanfaat.



30 July 2018

Tim Peneliti Lebah Linöt dari Akademi Kelulut Malaysia Berkunjung ke Aceh



Abu Hasan Jalil dari Akademi Kelulut Malaysia berkunjung ke Aceh dalam rangka tour kelulut di Sumatera Minggu 29/7/2018. Awalnya beliau dan rekan sejawatnya telah mengunjungi beberapa farm peternak lebah linot di Padang dan Sumatera Utata dan di akhir perjalanan menyempatkan singgah ke Perlak, Aceh Timur tepatnya di peternakan linöt milik Bakhtiar di desa Tualang Pateng, Kecamatan Peureulak Timur untuk bersilaturahmi dengan para peternak kelulut Aceh. 







Kehadiran Tuan Abu Hasan Jalil selain silaturahmi juga berkesempatan berbagi ilmu tentang budidaya linot kepada peternak di Aceh. Abu Hassan Jalil Selaku Peneliti dari Akademi Kelulut Malaysia Mengatakan kalau budidaya kelulut yang di jalankan oleh Bahtiar perlu pengembangan, seperti halnya pembuatan sarang lebah untuk mendapatkan hasil madu yang lebih banyak.

”Masih banyak yang menjadi PR dari pembudidayaan kelulut di Aceh Timur seperti halnya pembuatan sarang yang bertahan meminimal 10 tahun, dengan begini usaha yang di jalankan dapat di tingkatkan dan hasil yang didapatkan juga dapat lebih meningkat.” Katanya.

Seperti halnya pengawasan dari pemangsa, parasit terlebih dalam menjalankan usaha ini masih terdapat beberapa kendala yang harus di perbaiki.

“Saya rasa kalau usaha ini dijalankan diantara mereka saja maka tidak bisa dikembangkan untuk menjadi sebuah industri, ini akan menjadi usaha milik desa saja, sedang jika ingin dijadikan industri maka perlu adanya perhatian dari dinas terkait, juga kementrian dan masukkan dari universitas yang melakukan penelitian, sebab di sini tidak ada pemasukan ilmiah.” Katanya.



Saat ini, hasil yang di peroleh dari usaha tersebut hanyalah madu, sedangkan begitu banyak produk lain dari Linot seperti propolis dan beebread atau dengan nama lain roti lebah yang sangat baik untuk kesehatan tubuh manusia, yang tidak di olah oleh pembudidaya linot di Aceh Timur,” Katanya.

Untuk menjangkau tingkat pemasaran yang tinggi Abu Hassan Abdul Jalil juga menyarankan kepada usahawan yang menjalankan budidaya madu linot agar merapikan sarang sehingga dapat menjangkau investor untuk menanamkan modalnya dalam menjalankan budidaya linot tersebut,” demikian kata Abu Hassan Abdul Jalil peneliti dari Akademi Kelulut Malaysia.

29 July 2018

Beragam Manfaat Madu Linot (Trigona)


Madu dikenal lama berperan dalam menjaga kesehatan baik preventif maupun kuratif. Kitab Suci Al Quran dalam Surat An Nahl (Lebah) ayat 68-69 menyebut madu sebagai obat yang menyembuhkan manusia. Secara umum madu mampu meningkatkan sistem kekebalan tubuh karena nutrisi madu paling lengkap. Madu berkadar gula tinggi, 80-90%. Yang istimewa, kadar gula terbanyak hingga 70% berupa gula sederhana, yakni fruktosa. Jenis gula lain pada madu adalah glukosa dan sukrosa.

Konsumsi gula sederhana menyebabkan tubuh memperoleh energi lebih cepat daripada mengkonsumsi karbohidrat kompleks yang terdapat dalam nasi dan roti. Walau memberi energi yang besar, madu tidak menambah bobot tubuh. Itu karena jika dibandingkan dengan jumlah gula yang sama, kandungan kalori madu 40% lebih rendah.

Salah satu sifat madu adalah bersifat mengawetkan. Itu sebabnya madu kerap dijadikan bahan produk perawatan tubuh dan produk kecantikan seperti calir atau lotion, masker, sabun, sampo. lulur. lipstik, pelembab, dan bedak.

Madu mempunyai sifat osmolalitas yang tinggi sehingga bakteri sulit hidup. Madu mempunyai sifat higroskopis yaitu menarik air dari lingkungan sekitarnya. Dengan sifat higroskopis itu madu dapat dipakai untuk mengkompres luka luar seperti borok akibat infeksi. Luka-luka yang bersifat basah akan lebih cepat kering karena air di permukaan bagian tubuh yang luka akan ditarik oleh madu.

Ian M. Paul, M. D., M. Sc
Keampuhan madu pun banyak dibuktikan secara ilmiah. Sebut saja hasil penelitian Ian Paul M.D., M. Sc dari Penn State College of Medicine, Amerika Serikat yang berjudul Effect of honey, dextromethorphan, and no treatment on nocturnal cough and sleep quality for coughing children and their parents. Hasil risetnya membuktikan pemberian setengah sendok teh madu lebih baik dari pada pemberian Dekstromethorphan (DM) yang biasanya terkandung dalam sirop obat batuk anak. Pada penelitian itu Ian melibatkan 105 anak penderita batuk berusia 2-10 tahun. Terbukti, kesehatan anak yang mengkonsumsi madu murni lebih baik daripada anak yang mengkonsumsi madu buatan yang mengandung DM dan tanpa kandungan apa-apa. Frekuensi batuk pun berkurang dan anak lebih lelap tidur secara signifikan.

Thomas Henle dari Institut Kimia Pangan, Universitas Teknik Dresden, Jerman juga membuktikan madu bersifat antibakteri. Menurutnya, sifat antibakteri madu berkat kandungan senyawa Methilglioksal (MGO).

Sementara penelitian Zaid SS dan rekan dari Departemen Ilmu Lingkungan, Universitas Putra Malaysia. Selangor, yang berjudul The effects of Tualang honey on female reproductive organs, tibia bone and hormonal profile in ovariectomised rats--animal model for menopause mengungkap madu dapat meningkatkan kesehatan rahim wanita dengan mencegah penyusutan, pengerutan, serta kerusakan sel dan saraf rahim akibat kebiasaan dan makanan yang buruk. Bahkan madu juga dapat digunakan terapi alternatif wanita yang kekurangan hormon sulih karena kekurangan hormon estrogen.

Mayan stingless bees (melipona beecheii)
Dibandingkan madu yang dihasilkan lebah bersengat, khasiat madu lebah tanpa sengat Linot (Trigona) bisa diadu. Pemanfaatan madu lebah tanpa sengat bahkan tercatat sejak zaman suku Maya. Menurut Genoveva R. Ocampo Rosales, dalam Medicinal Uses of Melipona beecheii Honey, by the Ancient Maya dari buku Pot-Honey: A Legacy of Stingless Bees. (pp.229-240), suku Maya kerap menggunakan "kab" -- madu -- yang berasal dari lebah tanpa sengat Melipona Beecheii yang disebut "xunan kab". Pengobatan suku Maya yang dikenal dengan "ah dzac" memanfaatkan madu dalam beragam pengobatan penyakit antara lain masalah pernafasan, pencernaan, luka terbuka, demam, terbakar, dan sengatan hewan beracun.

Di zaman modern, riset Assegid Garedew dan rekan pun membuktikan madu tanpa sengat Trigona sp bersifat antimikroba. Peneliti dari Universitas Berlin, Jerman, itu membuktikan madu Trigona sp mampu menghambat pertumbuhan beberapa bakteri. Garedew melakukan penelitian menggunakan lebah tanpa sengat Trigona sp yang berasal dari hutan di wilayah Bahir Dardi pada ketinggian 1.830 mdpl dan Temben pada ketinggian 1.500 mdpl. Kedua wilayah itu berada dikawasan Etiopia tempat madu dari lebah tanpa sengat kerap digunakan untuk mengobati luka terbuka. Salah satu hasil uji yang dilakukan pada bakteri Bacillus brevis pada konsentrasi 100% dan 50% menunjukkan diameter zona penghambatan sebesar 12,3±0,3mm dan 10,7±3,5 mm.

Penelitian itu lebih lanjut menyimpulkan konsentrasi penghambatan minimal madu lebah tanpa sengat yang diberi perlakuan katalase lebih tinggi dibandingkan sampel uji non-katalase untuk semua spesies bakteri yang diujikan. Itu mengindikasikan kontribusi hidrogen peroksida pada aktivitas antibakteri.

Hidrogen peroksida terbentuk dari pelepasan lambat enzim glukosa oksida yang ada dalam madu. Itu terjadi bila madu bertemu cairan. Pada saat dioleskan pada luka, hidrogen peroksida yang terkandung dalam madu bersentuhan dengan cairan tubuh manusia. Saat itulah hidrogen peroksida dilepaskan dan berubah peran menjadi antiseptik bagi tubuh termasuk salah satunya antibakteri.

Keunggulan antibakteri madu linot (kelulut/trigona/klanceng) juga disebutkan oleh Mohd. Izwan Zainol dan rekan dalam penelitiannya berjudul Antibacterial activity of selected Malaysian honey. Peneliti Department of Biomedical Science, Faculty of Medicine, University of Malaya, Malaysia. Mereka menyebutkan madu kelulut (linot) memiliki aktivitas antibakteri tinggi melawan Staphylococcus aureus dengan konsentrasi fenol ekuivalen (EPC/equivalent phenol concentrations) 26,49 dan aktivitas non-peroksida 25,74 EPC.

Kandungan mineral madu linot diantaranya Natrium (Na), Kalsium (Ca), Magnesium (Mg), Alumunium (A1), Besi (Fe), Fosfor, Kalium (K), Pottasium, Sodium Klorin, dan Sulfur. Sementara kandungan vitaminnya adalah Thiamin (B1), Riboflamin (B2), (B3), Asam Askarbat (C), (B5), Pirindoksin (B6), Niasin, Asam Pentotenat, Biotin, Asam Folat, dan vitamin K.

Madu linot juga mengandung enzim seperti Diatase, Invertasem Glukosa Oksidase, Fruktosa, Peroksidase, dan Lipase. Dibandingkan madu lebah biasa (Apis), enzim madu lebah tidak bersengat linot (Trigona) lebih majemuk. Itu karena lebah linot berukuran lebih kecil sehingga mampu menyedot madu dari dalam bunga yang paling dalam.

Sumber MyTrubus Potential Business -- Laba Lebah Tanpa Sengat, Juni 2015

Linot : Lebah Tanpa Sengat Yang Penuh Manfaat


Kebanyakan kita lebih mengenal lebah madu atau lebah hutan yang memiliki sengat yang akan membuat ciut nyali. Namun, apakah anda tahu, ternyata ada lebah lain yang justru tidak memiliki sengat tetapi juga menghasilkan madu? Selain tanpa sengat, lebah yang masuk kedalam tribus Meliponini ini ternyata memiliki madu yang lebih berkhasiat dari lebah madu biasa.

Lebah Linot (Trigona) adalah salah satu genus lebah tanpa sengat penghasil madu yang dikenal di Indonesia. Masyarakat Aceh menyebutnya "linot", namun di daerah lain lebah ini memiliki sebutan yang beragam antara lain lebah lilin, lanceng atau klanceng (Jawa), teuweul (Sunda), gala-gala atau galo-galo (Sulawesi), kelulut (Malaysia dan Kalimantan), dll. 

Lebah ini awalnya kerap diabaikan. Koloninya banyak hidup di pohon-pohon berongga, celah-celah batu, dinding rumah, bilah bambu, dalam tanah, dll. Bahkan sebagian orang menganggapnya sebagai hama yang berbahaya karena anggapan orang yang salah tentangnya bahwa lebah pasti memiliki sengat. Banyak sarangnya yang jika ditemukan akan dimusnahkan dengan dibakar atau dihancurkan, bahkan orang-orang tua di gampong (desa) melarang anak-anak untuk mendekati sarangnya karena dikhawatirkan binatang kecil ini akan masuk kedalam lubang kuping.




Namun, tidak dinafikan, bahwa para tetua gampong (desa) mengetahui dengan pasti dari tutur kata nenek moyang mereka kalau air linot (ie linot : bahasa Aceh) dan kotoran linot (ek linot : bahasa Aceh) sangat baik untuk obat. Mereka menggunakannya untuk mengobati luka, sariawan atau mengkonsumsinya untuk menjaga kesehatan, tetapi sedikit (bahkan tidak ada) yang mengetahui kalau lebah ini bisa dibudidaya. Bahkan orang yang dilihat membudidayanya dicemooh atau dijadikan bahan lelucon tertawaan.

Padahal, dipasaran madu linot (trigona) ini lebih mahal dari pada madu lebah lain. Hal ini dikarenakan madu ini memiliki khasiat lebih baik dari madu lebah biasa bahkan masuk dalam kategori "Medic Grade Honey". Selain itu, jumlah panen yang lebih sedikit juga mempengaruhi harga pasar dengan jumlah permintaan tinggi.

Lebah bersengat atau lebah hutan lebih populer ketimbang lebah linot (trigona), namun juga sangat banyak pemalsuan terhadap madu lebah bersengat menjadikan banyak konsumen sudah tidak percaya lagi dengan keaslian dan kemurnian madu dipasaran. Untuk itulah para peternak lebah trigona di Indonesia mulai menggebrak pasar dengan madu trigona yang unik dan rasa yang tidak pernah stabil ini agar konsumen mendapatkan kepastian atas kemurnian madu yang mereka konsumsi. Karena mereka tahu, produk lebah tanpa sengat ini memiliki seabrek keunggulan.